"SELAMATKAN AIR TANAH JAKARTA : SEKARANG atau TUNGGU JAKARTA TENGGELAM"
Tau kah kalian, bahwa Jakarta masuk dalam Cekungan Air Tanah (CAT) ?
Jakarta, secara ke-airtanah-an masuk dalam Cekungan Air Tanah (CAT) Jakarta. CAT merupakan satu kesatuan yang terdiri dari wilayah imbuhan air tanah, pengaliran air tanah, dan pelapasan air tanah.
CAT Jakarta dibatasi oleh sungai Cisadane di sebelah Barat, Laut Jawa di sebelah Utara, Sungai Bekasi di Sebelah Timur, dan daerah sekitar Paruh di Salatan.
Pengambilan air tanah berlebihan di jakarta mengakibatkan turunnya muka air tanah yang ikut menjadi penyebab terjadinya penurunan tanah (landsubsidence) dan intrusi air laut, terutama di wilayah utara Jakarta.
![]() |
| Bapak Ignatius Jonan (Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral) membuka Acara Media Gathering |
Alhamdulillah, seneng rasanya mendapat undangan bersama Komunitas ISB (Indonesia Social Blogpleneur) untuk menghadiri Media Gathering dan Talkshow yang diselenggarakan oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
dimana kami membahas kebijak-kebijakan Pemerintah terkait air tanah dan data terbaru Cekungan Air Tanah Jakarta.
Airtanah merupakan sumber air tawar (fresh water) terbesar di bumi, sekitar 50% penduduk bumi bergantung kepada airtanah untuk berbagai kebutuhan dasar, dan pemenuhan kebutuhan air bersih untuk rumah tangga 70% berasal dari airtanah.
Kebutuhan air bersih di Jakarta saat ini diperkirakan mencapai 846 juta meter kubik per tahun, sedangkan layanan air PDAM Jakarta hanya mencapai sekitar 62%, sehingga sisa kebutuhan air bersih dipenuhi dari pengambilan air tanah.
Pada tahun 2013 terekam muka air tanah terendah di wilayah Cekungan Air Tanah (CAT) Jakarta sekitar -45 meter dibawah permukaan laut (mdpl). Tahun 2018 mengalami perubahan positif terpantau muka air tanah terendah di Jakarta Utara pada level -35 mdpl. Laju penurunan permukaan tanah tertinggi yang terukur oleh alat GPS Geodetik adalah 12 sentimenter per tahun di daerah Ancol wilayah Jakarta Utara.
Menurut keterangan dari bapak Rudy Suhendar, faktor lain yang menyebabkan penurunan permukaan tanah Jakarta antara lain :
- kompaksi tanah secara alamiah,
- pembebanan akibat pembangunan, dan geotektonik.
Akhirnya Balai Konservasi Air Tanah (BKAT) Badan Geologi, membuat kegiatan dan program dalam melakukan konservasi airtanah Jakarta, antara lain :
- Pemantauan kondisi airtanah Jakarta
- pemantau penurunan permukaan tanah
- optimalisasi upaya konservasi dengan pengembangan teknologi konservasi,
- pelayanan rekomendasi teknis
- pelayanan data serta informasi airtanah secara elektronik
Apa yang harus kita lakukan ?
Tidak lain adalah dengan mengurangi penggunaan air tanah, penghematan air tanah harus dilakukan dengan dimulai dari diri sendiri sejak sekarang.
Untuk menggunakan air tanah selain rumah tangga, pemerintah memberlakukan perizinan air tanah. Dalam perizinan ini diatur posisi kedalam yang boleh diambil beserta debit maksimalnya.
Cara lain adalah dengan membuat sumur resapan untuk agar air hujan dapat meresap melalui sumur tersebut.
Yuk, mulai sekarang kita hemat air !!
dengan cara :
- matikan kran air saat sikat gigi
- berhenti menggunakan shower
- laundry nunggu banyak dulu
- gunakan toilet yang hemat air
- matikan faucet saat mencuci piring dan tampung dulu airnya
- jangan menyiram tanaman saat siang hari untuk mengurangi evaporasi
Beberapa foto yang bisa mengingatkan kita semua, agar senantiasa memperhatikan lingkungan sekitar. Berikut contoh daratan Jakarta yang semakin hari semakin menurun.
![]() |
| Daerah yang tidak akan kering, berada di wilayah utara Jakarta |
![]() |
| https://www.youtube.com/watch?v=qOSwBIstZUs |
SEMOGA BERMANFAAT
SAMPAI KETEMU DI BLOG SELANJUTNYA
Twitter : www.twitter.com/tikaprastyoo










