"Tahukah bunda, faktanya : 1 dari 3 anak memiliki resiko konstipasi, Diare merupakan penyebab kematian No. 2 di Indonesia pada anak usia 1 - 5 Tahun"
Ketika kita sebagai orangtua , apa sajakah hal yang harus diperhatikan dari kebutuhan hidupnya ?
Pastinya tidak hanya untuk pendidikannya saja, tetapi kesehatan anak seperti kebutuhan serat juga lebih penting lho bunda. Berawal dari menyepelekan serat anak. Hal ini membuat saya menjadi bersalah sekali dengan anak. Setiap harinya saya merasa makanan yang saya berikan sudah memenuhi kebutuhan serat pada anak saya.
pengalaman anak ke 2 saya yang menjadi contoh, bagaimana anak saya merasakan kesakitan jika ingin BAB. Setiap kali BAB anak saya sampai menangis dan slalu berteriak kesakitan. Hal ini membuat saya bingung, apa yang terjadi kepada anak saya ini.
Setelah keadaan menjadi memburuk saya bawa anak saya ke dokter anak, setelah pemeriksaan anak saya mengalami yang namanya konstipasi.
Konstipasi atau sering
disebut sembelit adalah gangguan pada sistem pencernaan di mana seorang
manusia (atau mungkin juga pada hewan) mengalami pengerasan tinja yang
berlebihan sehingga sulit untuk dibuang atau dikeluarkan dan dapat
menyebabkan kesakitan yang hebat pada penderitanya.
yup, seketika saya merasa sangat bersalah. setelah kejadian tersebut, barulah saya aware bahwa kebutuhan serat tiap hari anak saya tidak terpenuhi.
rabu (4/3) bersyukur sekali saya bisa menghadiri acara yang dibuat Danone, berkumpul bersama media dan blogger untuk membahas Bicara Gizi "Peranan Sehat untuk Dukung Kesehatan Pencernaan Anak".
![]() |
| Bpk. Arif Mujahidin Corporate Communication director Danone Indonesia |
Bapak Arif Mujahidin menuturkan, "Terpenuhinya kebutuhan nutrisi pada masa 1.000 Hari Pertama Kehidupan dan seterusnya merupakan kunci tumbuh kembang anak yang optimal. Salah satu faktor penting yang perlu menjadi perhatian orangtua adalah cara menjaga kesehatan saluran cerna si kecil yang dapat berpengaruh pada penyerapan nutrinya. Bicara Gizi membahas hasil penelitian terbaru mengenai pengaruh serat terhadap kesehatan saluran cerna anak, sehingga orangtua perlu mencermati pemenuhan kebutuhan serat harian anak".
![]() |
| Prof. dr. Badriul Hegar, Ph.D, Sp.A(K) |
"Ini terjadi karena serat dapat membantu penyerap air di usus besar, membesar volume dan melunaknya konsistensi feses, mempercepat pembuangan sisa makanan dari usus besar, hingga menstimulasi saraf pada rektum agar anak memiliki keinginan untuk BAB."
Bunda mesti tau nih, apa saja tanda sikecil mengalami Konstipasi, Sumber Makanan apa saja yang perlu bunda perhatikan.
Bunda mesti tau nih, apa saja tanda sikecil mengalami Konstipasi, Sumber Makanan apa saja yang perlu bunda perhatikan.
Tanda si Kecil Mengalami Konstipasi
- Frekuensi BAB <3kali dalam seminggu
- Konsistensi feses keras
- Menunjukkan gejala mengejan & tidak tuntas
- Harus mengeluarkan tinja secara manual
Seorang anak dapat dikatakan memiliki konstipasi apabila terjadi
gangguan pada pola BAB yaitu frekuensi defekasi yang jarang dengan
konsistensi feses yang keras, serta beberapa klinis lainnya. Kondisi ini tidak dapat diremehkan karena kualitas kesehatan anak di masa depan. Untuk itu, orangtua perlu mencermati kesehatan saluran pencernaan, salah satunya dengan memperhatikan kecukupan konsumsi serat harian si kecil.
Berikut potret asupan serat anak usia 2-3 tahun dijakarta
Kebutuhan serat harian anak 16gr/Hari = 2kg Wortel rebus (sumber : Kementrian Kesehatan tahun 2013).
Penelitian yang dilakukan di salah satu wilayah di Jakarta, memperlihatkan 9 dari 10 anak usia 2-3 tahun hanya mengkonsumsi rata-rata 4.7 gram serat per hari. Jumlah tersebut jauh di bawah angka kecukupan Gizi (AKG 2013), yaitu sebanyak 16 gram serat per hari. Hasil penelitian tersebut juga mendapatkan 1 dari 3 anak mempunyai pola defekasi berisiko konstipasi, yaitu meski buang air besar setiap hari tetapi memiliki konsistensi yang keras atau sebaliknya meski konsistensinya lunak tetapi frekuensi buang air besar 3 hari sekali atau kurang.
Intervensi penambahan serat, meski hanya sebesar 7 gram selama 2 bulan terlihat dapat memperbaiki pola defekasi secara signifikan pada 74% anak-anak tersebut pada 2 minggu pertama dan mencapai 90% setelah 2 bulan. Yang perlu orangtua tau, bahwa asupan serat yang baik dapat membuat pencernaan anak kita kembali baik dan teratur. Bunda juga harus tau nih apa saja kah sumber. Makanan dan manfaat dari asupan serat bagi pencernaan si kecil. Berikut detailnya :
Sumber Makanan Tinggi Serat
Buah (Apel, mangga, jeruk, buah naga, strawberry, dll), Sayuran (Semakin gelap warnnya, semakin tinggi kandungan seratnya), Kacang-kacangan (Kacang hijau, kacang edamame, kacang polong, kacang almond, dll), Biji-bijian (Whole grain) dan produk gandum.
Makanan yang sudah kita sediakan setiap harinya secara benar dan berkala, membuat sistem pencernaan anak kita semakin baik dan teratur. dan ini lah manfaat serat bagi pencernaan si kecil.
Manfaat Serat bagi Pencernaan si Kecil
Membantu menyerap air di usus besar, memperbesar volume feses, melunakkan konsistensi feses, mempercepat waktu transit di usus besar, menstimulasi saraf pada rektum agar anak memiliki keinginan untuk BAB.
Berikut potret asupan serat anak usia 2-3 tahun dijakarta
Kebutuhan serat harian anak 16gr/Hari = 2kg Wortel rebus (sumber : Kementrian Kesehatan tahun 2013).
Penelitian yang dilakukan di salah satu wilayah di Jakarta, memperlihatkan 9 dari 10 anak usia 2-3 tahun hanya mengkonsumsi rata-rata 4.7 gram serat per hari. Jumlah tersebut jauh di bawah angka kecukupan Gizi (AKG 2013), yaitu sebanyak 16 gram serat per hari. Hasil penelitian tersebut juga mendapatkan 1 dari 3 anak mempunyai pola defekasi berisiko konstipasi, yaitu meski buang air besar setiap hari tetapi memiliki konsistensi yang keras atau sebaliknya meski konsistensinya lunak tetapi frekuensi buang air besar 3 hari sekali atau kurang.
Intervensi penambahan serat, meski hanya sebesar 7 gram selama 2 bulan terlihat dapat memperbaiki pola defekasi secara signifikan pada 74% anak-anak tersebut pada 2 minggu pertama dan mencapai 90% setelah 2 bulan. Yang perlu orangtua tau, bahwa asupan serat yang baik dapat membuat pencernaan anak kita kembali baik dan teratur. Bunda juga harus tau nih apa saja kah sumber. Makanan dan manfaat dari asupan serat bagi pencernaan si kecil. Berikut detailnya :
Sumber Makanan Tinggi Serat
Buah (Apel, mangga, jeruk, buah naga, strawberry, dll), Sayuran (Semakin gelap warnnya, semakin tinggi kandungan seratnya), Kacang-kacangan (Kacang hijau, kacang edamame, kacang polong, kacang almond, dll), Biji-bijian (Whole grain) dan produk gandum.
Makanan yang sudah kita sediakan setiap harinya secara benar dan berkala, membuat sistem pencernaan anak kita semakin baik dan teratur. dan ini lah manfaat serat bagi pencernaan si kecil.
Manfaat Serat bagi Pencernaan si Kecil
Membantu menyerap air di usus besar, memperbesar volume feses, melunakkan konsistensi feses, mempercepat waktu transit di usus besar, menstimulasi saraf pada rektum agar anak memiliki keinginan untuk BAB.
Sedikit Tips untuk Menjaga Perut si Kecil
Penuhi nutrisi dengan gizi seimbang, konsumsi serat sesuai dengan rekomendasi serat harian, kenali fungsi saluran cerna si kecil, cukupi aktivitas fisik untuk menstimulasi gerak saluran cerna.
akhirnya melihat banyaknya orangtua yang tidak tau akan porsi asupan serap per hari pada anak, Danone Specialized Nutrition Indonesia, meluncurkan Fitur terbaru pada kanal Bebeclub
![]() |
| Fitur Fiber O Meter |
Fitur ini membantu orangtua memastikan kecukupan serat anak, dan dapat digunakan orangtua untuk menghitung dan memastikan asupan serat harian anak telah terpenuhi. Orangtua dapat secara aktif memantau kecukupan serat harian anak dengan mudah melalui fitur Fiber O Meter ini. Dengan cara memasukkan riwayat menu makanan dan minuman yang telah dikonsumsi si kecil dalam satu hari, Fiber O Meter akan membantu memberikan gambaran akan pemenuhan serat si kecil dan mendeteksi apakah anak mengalami kekurangan serat.Bebeclub
![]() |
| Influencer Parents Tarra Budiman & Gya Sadiqah |
Dalam Acara Bicara Gizi, pasangan selebriti Tarra Budiman dan Gya Sadiqah ikut berbagi pengalaman ketika sang anak sempat mengalami gangguan pada pola BAB. Dan pasangan selebriti ini pun tersadar kalau ternyata menu makanan, seperti asupan serat, dapat mempengaruhi kesehatan saluran cerna.
Kesimpulannya :
Penuhi nutrisi dengan gizi seimbang, konsumsi serat sesuai dengan rekomendasi serat harian, kenali fungsi saluran cerna si kecil, cukupi aktivitas fisik untuk menstimulasi gerak saluran cerna.

































